google search


  • Web
  • fikri87.blogspot.com
  • Rabu, 25 Agustus 2010

    routing di jaringan TCP/IP



    4.10 Routing di jaringan TCP/IP

    Tujuan dibuatnya jaringan komputer adalah untuk menyampaikan data dari suatu komputer ke komputer lain. Sebelumnya telah dibahas mengenai TCP/IP . dalam jaringan TCP/IP setiap host memiliki IP address dan untuk berhubungan dengan host tesebut kita harus memasukkanIP addres host pad bagian tujuan dari datagram IP yang dikirm

    1.       konsep daasar routing
              Konsep dasar routing adalah  hal utama pada lapisan internet di jairngan TCP/IP. Hal ini karena pada lapisan internet terjadipengalamatan (addressing). Agar datagram dapat diterima oleh sebuah host tujuan, datagram tersebut harus dimasukkan dalam frame dengan alamat Ethernet tujuan yang sama dengan alamat Ethernet card (Ethernet card harus memiliki alamat yang unik) host tujuan untuk menentukan alamat eternet host tujuan datagram digunakan ARP (address resolution protocol) .



                                                                                                                                                           201
     


    1ARP bertujuan menerjemahkan IP address ke alamat Ethernet. Proses ini dilakukan hanya untuk datagram yang dikirm host karena pada saat inilah host menambahkan header Ethernet pada datagram. Penerjemahan dari IP addres ke alamat Ethernet dilakukan dengan melihat sebuah table yang disebut sebagai cache ARP. Proses datagram selalu menggunakan tabell routing. Table routing berisi informasi yang diperlukan untuk menentukan kemana datagram harus dikirim. Datagram dapat dikirim langsung ke host tujuan atau harus melallui host lain yang terlebih dahulu bergantung pada table roouting. Routing yang ada pada jaringan dibedakan menjadi dua yaitu :
    a.       routing langsung
              suatu pengalamatan yang langsung ke lamaat tujuan tanpa harus melalui host lain. Misalnya, host dengan alamat 131.92.121.1 mengirimkan data ke alamat 132.92.121.1.2.
    b.       routing tak langsung
              suatu pengalamatan yang harus melalui host lain utuk mencapai alamat tujuan. Misalnya, host dengan alamat `131.92.121.1.1 mengirimkan data ke alamat 132.92.36.5 harus melalui host dengan alamat 132.92.121.3. antara host A dan B harus dihubungi dengan alamat 132.92.36.6

    2.       table routing
              Tabel routing terdiri dari entri-entri dan setiap entri rute eidaknya terdiri ata IP addess, tanda untuk menunjukkan roting langsung atau tidak langsung. Alamat router dan nomor interface. Tanda routing langsung atau tidak langsung, alamat roter adalah IP address host lain yang dapat menyamaikan datagram ke tujuan. Nomor interface pada data entri table routing mnunjukkan jalur keluar datagram dari host.

              Contoh table routing
                         
                          IP addres           kosong/tidak           router                       interface
                         
                          132.92.36          langsung                                  1

                          132.92.122        tak langsung            132.92.36.6             1
                         


    Proses pencarian pada table routing ini biasanya mengikuti langkah-langkah di bawah ini :

    a.         alamat tujuan datagram di-mask dengan subnet mask host pengirim dan dibandingkan dengan alamat network host pengirim. Jika sama, maka ini adalah routing langsung dan frame langsung dikrkirmkan ke interface jaringan
    b.         jika tujuan datagram tidak terletak dalam satu jaringan, periksa apakah terdapat entri routing yang berupa host dan dibandingkan dengan IP addres tujuan datagram. Jika entri yang sama, kirim frame ke router menuju host tersebut.
    c.         jika tidak terdapat entri host yang cocok pada  table routing, gunakan alamat tujuan datagram yang telah di mask pada langkah satu untuk mencari kesaman di table routing. Periksa apakah ada network/ subnetwork di table routing yang sama dengan alamat network tujuan datagram. Jika ada entri yang sama, kirm frame ke router menuju network/subnetwork  tersebut.


                                                                                                                                               205
     


    d.         jika tidak terdapat entri host ataupun nerwork/subnetwork yang sesuai dengan tujuan data gram, host mengirimkan host mengirimkan frame ke router default dan menyerahkan proses routing selanjutnya kepada router default
    e.         jika tidak terdapat rute default routing ditabel routing, semua host diasumsikan dalam keadaan terhubung langsung. Dengan demikian host tujuan menggunakan ARP.

    4.11 implementasi routing di jaringan

    Setelah kita mengetahui cara routing di jaringan, kini bagaimana implementasinya ? untuk implementasinya, kita gunakan beberapa perintah yang berhubungn dengan internet dan routing antara lain :

    1.       FreeBSD
              FreeBSD mempunyai beberapa perintah yang berkaitan dengan jaringan komputer TCP/IP. Kita akan melihat sekilas perintah yang berkaitan dengan interface jaringan dan routing. Secara umum perintah-perintah ini mirip dengan perintah system operasi unix lainnya.

    2.       GateD (gate daemon)
              gated adalah daemon routing yang dikembangkan oleh merit gateD consortium. gated dapat menjalankan bermacam-macam protocol routing seperti RIP, jello, OSPF, EGP dan BGP. Selain itu gated juga dapat mengekspor rute dari satu protocol routing yang lain. Saat ini gateD digunakan dalam implementasi ini adalah versi 3.5 .

              gateD dapat dijalankan banyak versi unix. GateD dapat dijalankan secara langsung atau menggunakan gdc, yaitu program interface gateD ke pengguna. Pada saat mulai dijalankan, gateD membaca file /atc/gated.conf yang berisi konfigurasi routing. GateD dapat diberi sinyal-sinyal unutk membaca kebali file konfigurasi, menyimpan status file dan beberapa aktivitas lain. Sebelum menggunakan gateD di jaringan, kita akan melihat seberapa perintah konfigurasi yang diperlukan untuk menjalankan protocol routing TIP dan OSPF. Konvensi penulisan yang digunakan pada gateD , yaitu perintah-perintah menggunakan huruf tebal ; parameter menggunakan huruf miring. Parameter yang terletak di dalam tanda kurng siku “[ dan ] “ bersifat opsional.. garis vertical  digunakan untuk menyatakan pilihan parameter dan tanda kurung “(dan)” digunakan untuk mengelompokkan parameter jika diperlukan.

              Contoh : [backbone (area area ) ]

              Beberapa perintah konfigurasi yang digunakan, antara lain : routerid untuk mendefenisikan identitas router, digunakan pada protocol ASPF BGP.
             
              Rip            untuk menkonfigurasikan protocol RIP
              Ospf          untuk menkonfigurasikan OSPF
              Static         untuk menkonfigurasikan static pada router
              Export       untuk mengatur ekspor rute dari sattu protocol ke protocol lain


                                                                                                                          
    3.       RIP
              Ketika kita hendak menjalankan protocol routing RIP di sutatu jaringan, kita harus memperhatikan dahulu apakah jaringan tersebut menggunakan subnet mask yang berfariasi. Jika ya, RIP versi satu tidak dapat digunakan di jaringan tersebut. Untuk menjalankan yang bevariasi digunakan RIP versi 2
              Parameter disetiap interface menunjukkanbahwa setip interface dapat menerima dan mengirim paket RIP dalam format versi 2 secara multicast dengan metrix default. Router-router lain dalan jaringan juga diatur, yaitu dengan menggunakan paket RIP versi 2 multicast disemua interface-nya

    4.       OSPF
              Dalam menjelaskan teknikk konfigurasi routing OSPF dengan gateD , kita akan memulai dengan melihat sebuah jaringan broadcast untuk mengatur pemilihan designated router dan backup designated router di jaringan tersebut. Setelah itu, kita meliha konfigurasi jaringan OSPF tanpa area dan dengan membaginyamenjadi area
              Setelah satu perhatian utama dalam merancang jaringan OSPF dalam perancangan routing adalah minimisasi table routing. Minimisasi ini dapat diperoleh dengan cara mengumpulkan alamat IP jaringan yang berdekatan di router yang berdekatan pula. Jadi, untuk merancang jaringan OSPF , kita harus membagi jaringan tersebut menjadi beberapa area.

    Ketika jumlah jaringan dalam sebuah organisasi semakin besar, dengan perangkat yang semakin banyak dan berbeda-beda dari berbagai vendor, saat itulah diperlukan sebuah kerangka manajemen jaringan yang baik. Manajeman jaringan TCP/IP terdiri atas stasiun manajemen yang bekomunikasi dengan elemen-elemen jaringan. Elemen jaringan ini bisa berupa host, router, printer, dan sebagainya. Sedangkan station manajemen , biasanya berupa workstation dengan monitor bewarna dan grafis yang menampillkan status elemen yang dimonitornya.

    Untuk menangani manajemen jaringan ini, digunakan SNMP atau simple network manajement protocol. SNMP merupakan sebuah protocol yang didisein untuk memberikan kemampuan sebuah pemakai untuk mengelola jaringan komputernya dari jarak jauh. Pengelolaan ini dilaksanakan dengan cara melakukan polling dan setting variable-variable elemen jaringan yang dikelolanya.

    SNMP terdiri dari tiga elemen yaitu :

    a.         MIB ( manajerment information base )
    MIB merup[akan struktur database variable elemen jaringan yang dikelola. Struktur ini bersifat hierarki dan memiliki aturan sedemikian rupa sehingga informasi niali setiap variable dapat diketahui atau diset dengan mudah

    b.         manajer
                manajer merupakan perangkat lunak yang berjalan di sebuah host di jaringan. Manajer ni bertugas mengumpulkan informasi dari agen-agen. Tidak semua infor yang memiliki oleh agen diminta oleh manajer. Informasi-informasi yang diminta oleh  administrtator  jaringan, yang menjalankan host berfungsi sebagai manajer saja yang akan dikumpulkandari agen-agen saja. Tidak semua informasi yang dimiliki oleh agen di minta oleh manajer. Informasi-informasi yang diminta oleh administrator jaringan, yang rnjalankan host berfungsi sebagai manajer saja yang akan mengumpulkan dari agen.

                                                                                                                                                       
    c.         agen
                agen merupakan perangkat lunak yang dijalankan di setiap nude atau elemen jaringan yang akan di monitor. Tugas agen adalah mengumpulkan seluruh innformasi yang telah ditentukan di dalam MIB.

    SNMP didisein oleh IETF untuk pemakaian di internet. Saat ini SNMP didesain atas protocol UDP (user datagram protocol). Karena menggunakan protocol UDP, SNMP merupakan protocol yang connectionless, tidak ada jaminan lalu lintas manajemenen diterima oleh entitas lain dengan sempurna. Dengan protocol ini, overhead proses dapat dikurangi dan diperoleh kesederhanaan. Jika rehabilitas dan accounttabilitas yang diperlukan, manajer jaringan harus membangun operasi yang conection oriented pada aplikasi di lapisan atasnya





    Aplikasi manajemen jaringan





    Lapisan bawah


    IP


    UDP


    SNMP


    agent
                                                                   

                                                                                                        LAPISAN SNMP








                                                                  Gambar 4.24
    Pada SNMP, manajer danagen saling kirim pesan berupa permintaan manajer dan jawaban dari agen tentang informas jaringan. Pesan ini dibawa oleh paket-paket data yang diesebut PDU (protocol data unit). PDU SNMP merupakan unit data yang terdiri atas sebuaj header dan beberapa data yang ditempelkan. PDU dapat dilihat sebagai sebuah benda yang mengandung variable-variabel. Variable ini memiliki nama dan nilai. Lima PDU yang telah didefenisikan dalam standart sebagai berikut :
    a.     get request : PDU ini digunakan untuk mengakses agen dan mendapatkan nilai dari daftar variabel yang diminta. PDU ini mengandung identifier yang menbedakan dengan milti request, ataupun nilai variable (status elemen jaringan)
    b.     get next request : sseperti get request, tetapi memungkinkan pengambilan informasi pada logical identifier selanjutnya dalam MIB tree secara berurutan.
    c.     get response : PDU ini untuk merespon unit data get request, get next request dan set request, jadi dikeluarkan oleh agen.
    d.     set request : diapakai untuk menjelaskan aksi yang harus dialksanakan di elemen jaringan. Biasanya digunakan untuk merubah suatu daftar variable.
    e.     trap : PDU ini memungkinkan modul manajemen jaringan ( agent) memberi laporan tentang kejadian pada elemen jaringan kepada manajer.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar